hal-hal kecil yang tanpa disadari memiliki sejuta kerinduan untuk mengulanginya. hal-hal kecil yang ternyata terlalu istimewa untuk dilewatkan. hal-hal kecil yang memulai suatu sejarah besar dan hal-hal kecil yang sangat disayangkan untuk dilupakan.
Selasa, 25 Februari 2014
kamu.. yang tak dapat direngkuh waktu
Harapan hadir untuk membuat seseorang menjadi kuat, percaya bahwa apa yang ia inginkan dapat terwujud. Namun... terkadang tanpa kita sadari harapan selalu datang dengan membawa perih disisinya , perih yang tak bisa di definisikan sedalam apa ia akan membawa kita untuk terjatuh bersamanya perih yang juga tak tahu bagaimana cara kita untuk keluar dari sana serta perih yang dengan mudah dapat menghantam segala pertahanan. karena disetiap kehadirannya selalu diawali oleh kebahagiaan yang mampu membuat segalanya luruh.
seperti kamu yang datang kedalam hariku tanpa permisi, mengendap disitu dan tak pernah beranjak pergi.
sehingga ku melepaskan semua kunci dan membuka kan semua pintu yang ada dan menjadikan itu sebuah kesalah terbesar yang pernah ku lakukan. karena aku membiarkanmu masuk tanpa janji untuk tak pernah pergi.
ya, aku membiarkan mu masuk untuk memenuhi setiap sudutku yang selama ini tak pernah terisi,
sudut yang selalu sepi dengan segala serpihan remuk yang masih berkeping.
ya, kau datang hadirkan terang, meghiasi setiap gelap dengan cahaya yang mampu menyilaukan setiap pandangan. kau datang dan membuat semuanya kembali berdetak, kembali hidup dan kembali tergetar. membunuh segala abu dan mengganti hitam dengan segala warna yang baru.
semua indah... namun aku lupa. pertahananku tak lagi ada, semua luruh, semua runtuh oleh dirimu sang cahaya baru yang tanpa ku tahu bahwa kau tak pernah dapat terengkuh waktu untuk ku.
3 tahun setalah itu
hai, kamu....
satu hati yang selalu ku rindu, hati yang selalu membeku, hati yang selalu ku mau.
hai, apa kabar kamu? tahukah kamu, bahwa rasa ini tak beranjak. ia mengendap dan entah kapan akan meguap.
Hari ini tahun ke ketiga, bulan diakhir bulan kedua yang hendak menjemput bulan yang selanjutnya, dan aku tetap tak mampu melupakan kamu, kamu yang dahulu menemani hariku.
kamu...
ya, kamu... Entah magis apa yang mampu membuat ku selalu memperhatikanmu walau dalam diam ku.
kamu..
ya, masih tetap kamu... Entah rasa apa yang kurasa, dimana lelah ku tak pernah terasa. Lelah yang mampu membuatku berdiri dibelakangmu, walau ku tau kau tak pernah menolehkan pandanganmu ke arahku sedikit pun.
kamu...
ya, mungkin akan terus tetap kamu... Orang yang mampu menggetarkan rindu dihariku, menghadirkan senyum di duniaku serta mampu menghadirkan tangis di tawaku.
ya, itu adalah kamu, wahai orang yang tak pernah dijamah waktu.
maafkan aku jika kau mencintaimu dalam diamku :).
satu hati yang selalu ku rindu, hati yang selalu membeku, hati yang selalu ku mau.
hai, apa kabar kamu? tahukah kamu, bahwa rasa ini tak beranjak. ia mengendap dan entah kapan akan meguap.
Hari ini tahun ke ketiga, bulan diakhir bulan kedua yang hendak menjemput bulan yang selanjutnya, dan aku tetap tak mampu melupakan kamu, kamu yang dahulu menemani hariku.
kamu...
ya, kamu... Entah magis apa yang mampu membuat ku selalu memperhatikanmu walau dalam diam ku.
kamu..
ya, masih tetap kamu... Entah rasa apa yang kurasa, dimana lelah ku tak pernah terasa. Lelah yang mampu membuatku berdiri dibelakangmu, walau ku tau kau tak pernah menolehkan pandanganmu ke arahku sedikit pun.
kamu...
ya, mungkin akan terus tetap kamu... Orang yang mampu menggetarkan rindu dihariku, menghadirkan senyum di duniaku serta mampu menghadirkan tangis di tawaku.
ya, itu adalah kamu, wahai orang yang tak pernah dijamah waktu.
maafkan aku jika kau mencintaimu dalam diamku :).
Langganan:
Komentar (Atom)