Selasa, 06 Mei 2014

kamu

Terpana akan bayang hitam yang tak terlukis oleh maya, yang terendap lalu mengindah. Yang menjadikannya sebuah titik dimana setiap kata berhenti. Yang mengemaskan mega disaat sinarnya merekah. Dan mampu hadirkan warna disaat semuanya gelap. Ketika menenalmu adalah sebuah takdir, dan berteman denganmu adalah sebuah pilihan. Lalu aku memilih untuk menjadi kata yang terhenti karena mengagumi mu. Disini semua terasa benar, dimana hati ku memilih lalu menetap. menetap dengan ragu yang menguap, berdiam dengan sgala asa yang tak mampu lenyap. Kini tak adalagi beku, tak ada lagi tangis untuk menanan sakit, karena bersamamu aku tak lagi merasa sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar